Kamis, 07 April 2011

Pengumpulan Sampel Darah

Dalam kegiatan pengumpulan sampel darah dikenal istilah phlebotomy yang berarti proses mengeluarkan darah. Dalam praktek laboratorium klinik, ada 3 macam cara memperoleh darah, yaitu : melalui tusukan vena (venipuncture), tusukan kulit (skinpuncture) dan tusukan arteri atau nadi. Venipuncture adalah cara yang paling umum dilakukan, oleh karena itu istilah phlebotomy sering dikaitkan dengan venipuncture.


PENGAMBILAN DARAH VENA


Pada pengambilan darah vena (venipuncture), contoh darah umumnya diambil dari vena median cubital, pada anterior lengan (sisi dalam lipatan siku). Vena ini terletak dekat dengan permukaan kulit, cukup besar, dan tidak ada pasokan saraf besar. Apabila tidak memungkinkan, vena chepalica atau vena basilica bisa menjadi pilihan berikutnya. Venipuncture pada vena basilica harus dilakukan dengan hati-hati karena letaknya berdekatan dengan arteri brachialis dan syaraf median.

Jika vena cephalica dan basilica ternyata tidak bisa digunakan, maka pengambilan darah dapat dilakukan di vena di daerah pergelangan tangan. Lakukan pengambilan dengan dengan sangat hati-hati dan menggunakan jarum yang ukurannya lebih kecil.

Lokasi yang tidak diperbolehkan diambil darah adalah :
  • Lengan pada sisi mastectomy
  • Daerah edema
  • Hematoma
  • Daerah dimana darah sedang ditransfusikan
  • Daerah bekas luka
  • Daerah dengan cannula, fistula atau cangkokan vascular
  • Daerah intra-vena lines Pengambilan darah di daerah ini dapat menyebabkan darah menjadi lebih encer dan dapat meningkatkan atau menurunkan kadar zat tertentu.
Ada dua cara dalam pengambilan darah vena, yaitu cara manual dan cara vakum. Cara manual dilakukan dengan menggunakan alat suntik (syring), sedangkan cara vakum dengan menggunakan tabung vakum (vacutainer).

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pengambilan darah vena adalah :
  • Pemasangan turniket (tali pembendung)
    • pemasangan dalam waktu lama dan terlalu keras dapat menyebabkan hemokonsentrasi (peningkatan nilai hematokrit/PCV dan elemen sel), peningkatan kadar substrat (protein total, AST, besi, kolesterol, lipid total)
    • melepas turniket sesudah jarum dilepas dapat menyebabkan hematoma
  • Jarum dilepaskan sebelum tabung vakum terisi penuh sehingga mengakibatkan masukknya udara ke dalam tabung dan merusak sel darah merah.
  • Penusukan
    • penusukan yang tidak sekali kena menyebabkan masuknya cairan jaringan sehingga dapat mengaktifkan pembekuan. Di samping itu, penusukan yang berkali-kali juga berpotensi menyebabkan hematoma.
    • tutukan jarum yang tidak tepat benar masuk ke dalam vena menyebabkan darah bocor dengan akibat hematoma
  • Kulit yang ditusuk masih basah oleh alkohol menyebabkan hemolisis sampel akibat kontaminasi oleh alcohol, rasa terbakar dan rasa nyeri yang berlebihan pada pasien ketika dilakukan penusukan.

Pengambilan Darah Vena dengan Syring

Pengambilan darah vena secara manual dengan alat suntik (syring) merupakan cara yang masih lazim dilakukan di berbagai laboratorium klinik dan tempat-tempat pelayanan kesehatan. Alat suntik ini adalah sebuah pompa piston sederhana yang terdiri dari sebuah sebuah tabung silinder, pendorong, dan jarum. Berbagai ukuran jarum yang sering dipergunakan mulai dari ukuran terbesar sampai dengan terkecil adalah : 21G, 22G, 23G, 24G dan 25G.

Pengambilan darah dengan suntikan ini baik dilakukan pada pasien usia lanjut dan pasien dengan vena yang tidak dapat diandalkan (rapuh atau kecil).

Prosedur :
  • Persiapkan alat-alat yang diperlukan : syring, kapas alkohol 70%, tali pembendung (turniket), plester, dan tabung. Untuk pemilihan syring, pilihlah ukuran/volume sesuai dengan jumlah sampel yang akan diambil, pilih ukuran jarum yang sesuai, dan pastikan jarum terpasang dengan erat.
  • Lakukan pendekatan pasien dengan tenang dan ramah; usahakan pasien senyaman mungkin.
  • Identifikasi pasien dengan benar sesuai dengan data di lembar permintaan.
  • Verifikasi keadaan pasien, misalnya puasa atau konsumsi obat. Catat bila pasien minum obat tertentu, tidak puasa dsb.
  • Minta pasien meluruskan lengannya, pilih lengan yang banyak melakukan aktifitas.
  • Minta pasien mengepalkan tangan.
  • Pasang tali pembendung (turniket) kira-kira 10 cm di atas lipat siku.
  • Pilih bagian vena median cubital atau cephalic. Lakukan perabaan (palpasi) untuk memastikan posisi vena; vena teraba seperti sebuah pipa kecil, elastis dan memiliki dinding tebal. Jika vena tidak teraba, lakukan pengurutan dari arah pergelangan ke siku, atau kompres hangat selama 5 menit daerah lengan.
  • Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil dengan kapas alcohol 70% dan biarkan kering. Kulit yang sudah dibersihkan jangan dipegang lagi.
  • Tusuk bagian vena dengan posisi lubang jarum menghadap ke atas. Jika jarum telah masuk ke dalam vena, akan terlihat darah masuk ke dalam semprit (dinamakan flash). Usahakan sekali tusuk kena.
  • Setelah volume darah dianggap cukup, lepas turniket dan minta pasien membuka kepalan tangannya. Volume darah yang diambil kira-kira 3 kali jumlah serum atau plasma yang diperlukan untuk pemeriksaan.
  • Letakkan kapas di tempat suntikan lalu segera lepaskan/tarik jarum. Tekan kapas beberapa sat lalu plester selama kira-kira 15 menit. Jangan menarik jarum sebelum turniket dibuka.

Pengambilan Darah Vena Dengan Tabung Vakum

Tabung vakum pertama kali dipasarkan oleh perusahaan AS BD (Becton-Dickinson) di bawah nama dagang Vacutainer. Jenis tabung ini berupa tabung reaksi yang hampa udara, terbuat dari kaca atau plastik. Ketika tabung dilekatkan pada jarum, darah akan mengalir masuk ke dalam tabung dan berhenti mengalir ketika sejumlah volume tertentu telah tercapai.

Jarum yang digunakan terdiri dari dua buah jarum yang dihubungkan oleh sambungan berulir. Jarum pada sisi anterior digunakan untuk menusuk vena dan jarum pada sisi posterior ditancapkan pada tabung. Jarum posterior diselubungi oleh bahan dari karet sehingga dapat mencegah darah dari pasien mengalir keluar. Sambungan berulir berfungsi untuk melekatkan jarum pada sebuah holder dan memudahkan pada saat mendorong tabung menancap pada jarum posterior.

Keuntungan menggunakan metode pengambilan ini adalah, tak perlu membagi-bagi sampel darah ke dalam beberapa tabung. Cukup sekali penusukan, dapat digunakan untuk beberapa tabung secara bergantian sesuai dengan jenis tes yang diperlukan. Untuk keperluan tes biakan kuman, cara ini juga lebih bagus karena darah pasien langsung dapat mengalir masuk ke dalam tabung yang berisi media biakan kuman. Jadi, kemungkinan kontaminasi selama pemindahan sampel pada pengambilan dengan cara manual dapat dihindari.

Kekurangannya sulitnya pengambilan pada orang tua, anak kecil, bayi, atau jika vena tidak bisa diandalkan (kecil, rapuh), atau jika pasien gemuk. Untuk mengatasi hal ini mungkin bisa digunakan jarum bersayap (winged needle).

Jarum bersayap atau sering juga dinamakan jarum “kupu-kupu” hampir sama dengan jarum vakutainer seperti yang disebutkan di atas. Perbedaannya adalah, antara jarum anterior dan posterior terdapat dua buah sayap plastik pada pangkal jarum anterior dan selang yang menghubungkan jarum anterior dan posterior. Jika penusukan tepat mengenai vena, darah akan kelihatan masuk pada selang (flash).


Prosedur :
  • Persiapkan alat-alat yang diperlukan : jarum, kapas alkohol 70%, tali pembendung (turniket), plester, tabung vakum.
  • Pasang jarum pada holder, pastikan terpasang erat.
  • Lakukan pendekatan pasien dengan tenang dan ramah; usahakan pasien senyaman mungkin.
  • Identifikasi pasien dengan benar sesuai dengan data di lembar permintaan.
  • Verifikasi keadaan pasien, misalnya puasa atau konsumsi obat. Catat bila pasien minum obat tertentu, tidak puasa dsb.
  • Minta pasien meluruskan lengannya, pilih lengan yang banyak melakukan aktifitas.
  • Minta pasien mengepalkan tangan.
  • Pasang tali pembendung (turniket) kira-kira 10 cm di atas lipat siku.
  • Pilih bagian vena median cubital atau cephalic. Lakukan perabaan (palpasi) untuk memastikan posisi vena; vena teraba seperti sebuah pipa kecil, elastis dan memiliki dinding tebal. Jika vena tidak teraba, lakukan pengurutan dari arah pergelangan ke siku, atau kompres hangat selama 5 menit daerah lengan.
  • Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil dengan kapas alcohol 70% dan biarkan kering. Kulit yang sudah dibersihkan jangan dipegang lagi.
  • Tusuk bagian vena dengan posisi lubang jarum menghadap ke atas. Masukkan tabung ke dalam holder dan dorong sehingga jarum bagian posterior tertancap pada tabung, maka darah akan mengalir masuk ke dalam tabung. Tunggu sampai darah berhenti mengalir. Jika memerlukan beberapa tabung, setelah tabung pertama terisi, cabut dan ganti dengan tabung kedua, begitu seterusnya.
  • Lepas turniket dan minta pasien membuka kepalan tangannya. Volume darah yang diambil kira-kira 3 kali jumlah serum atau plasma yang diperlukan untuk pemeriksaan.
  • Letakkan kapas di tempat suntikan lalu segera lepaskan/tarik jarum. Tekan kapas beberapa sat lalu plester selama kira-kira 15 menit. Jangan menarik jarum sebelum turniket dibuka.

Menampung Darah Dalam Tabung


Beberapa jenis tabung sampel darah yang digunakan dalam praktek laboratorium klinik adalah sebagai berikut :
  • Tabung tutup merah. Tabung ini tanpa penambahan zat additive, darah akan menjadi beku dan serum dipisahkan dengan pemusingan. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan kimia darah, imunologi, serologi dan bank darah (crossmatching test)
  • Tabung tutup kuning. Tabung ini berisi gel separator (serum separator tube/SST) yang fungsinya memisahkan serum dan sel darah. Setelah pemusingan, serum akan berada di bagian atas gel dan sel darah berada di bawah gel. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan kimia darah, imunologi dan serologi
  • Tabung tutup hijau terang. Tabung ini berisi gel separator (plasma separator tube/PST) dengan antikoagulan lithium heparin. Setelah pemusingan, plasma akan berada di bagian atas gel dan sel darah berada di bawah gel. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan kimia darah.
  • Tabung tutup ungu atau lavender. Tabung ini berisi EDTA. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan darah lengkap dan bank darah (crossmatch)
  • Tabung tutup biru. Tabung ini berisi natrium sitrat. Umumnya digunakan untuk pemeriksaan koagulasi (mis. PPT, APTT)
  • Tabung tutup hijau. Tabung ini berisi natrium atau lithium heparin, umumnya digunakan untuk pemeriksaan fragilitas osmotik eritrosit, kimia darah.
  • Tabung tutup biru gelap. Tabung ini berisi EDTA yang bebas logam, umumnya digunakan untuk pemeriksaan trace element (zink, copper, mercury) dan toksikologi.
  • Tabung tutup abu-abu terang. Tabung ini berisi natrium fluoride dan kalium oksalat, digunakan untuk pemeriksaan glukosa.
  • Tabung tutup hitam ; berisi bufer sodium sitrat, digunakan untuk pemeriksaan LED (ESR).
  • Tabung tutup pink ; berisi potassium EDTA, digunakan untuk pemeriksaan imunohematologi.
  • Tabung tutup putih ; potassium EDTA, digunakan untuk pemeriksaan molekuler/PCR dan bDNA.
  • Tabung tutup kuning dengan warna hitam di bagian atas ; berisi media biakan, digunakan untuk pemeriksaan mikrobiologi - aerob, anaerob dan jamur
Beberapa hal penting dalam menampung sampel darah adalah :
  • Darah dari syring atau suntikan harus dimasukkan ke dalam tabung dengan cara melepas jarum lalu mengalirkan darah perlahan-lahan melalui dinding tabung. Memasukkan darah dengan cara disemprotkan, apalagi tanpa melepas jarum, berpotensi menyebabkan hemolisis. Memasukkan darah ke dalam tabung vakum dengan cara menusukkan jarum pada tutup tabung, biarkan darah mengalir sampai berhenti sendiri ketika volume telah terpenuhi.
  • Homogenisasi sampel jika menggunakan antikoagulan dengan cara memutar-mutar tabung 4-5 kali atau membolak-balikkan tabung 5-10 kali dengan lembut. Mengocok sampel berpotensi menyebabkan hemolisis.
  • Urutan memasukkan sampel darah ke dalam tabung vakum adalah : pertama - botol biakan (culture) darah atau tabung tutup kuning-hitam kedua - tes koagulasi (tabung tutup biru), ketiga - tabung non additive (tutup merah), keempat - tabung tutup merah atau kuning dengan gel separator atau clot activator, tabung tutup ungu/lavendet (EDTA), tabung tutup hijau (heparin), tabung tutup abu-abu (NaF dan Na oksalat)

PENGAMBILAN DARAH KAPILER

Pengambilan darah kapiler atau dikenal dengan istilah skinpuncture yang berarti proses pengambilan sampel darah dengan tusukan kulit. Tempat yang digunakan untuk pengambilan darah kapiler adalah :
  • Ujung jari tangan (fingerstick) atau anak daun telinga.
  • Untuk anak kecil dan bayi diambil di tumit (heelstick) pada 1/3 bagian tepi telapak kaki atau ibu jari kaki.
  • Lokasi pengambilan tidak boleh menunjukkan adanya gangguan peredaran, seperti vasokonstriksi (pucat), vasodilatasi (oleh radang, trauma, dsb), kongesti atau sianosis setempat.
Pengambilan darah kapiler dilakukan untuk tes-tes yang memerlukan sampel dengan volume kecil, misalnya untuk pemeriksaan kadar glukosa, kadar Hb, hematokrit (mikrohematokrit) atau analisa gas darah (capillary method).

Prosedur
  • Siapkan peralatan sampling : lancet steril, kapas alcohol 70%.
  • Pilih lokasi pengambilan lalu desinfeksi dengan kapas alkohol 70%, biarkan kering.
  • Peganglah bagian tersebut supaya tidak bergerak dan tekan sedikit supaya rasa nyeri berkurang.
  • Tusuk dengan lancet steril. Tusukan harus dalam sehingga darah tidak harus diperas-peras keluar. Jangan menusukkan lancet jika ujung jari masih basah oleh alkohol. Hal ini bukan saja karena darah akan diencerkan oleh alkohol, tetapi darah juga melebar di atas kulit sehingga susah ditampung dalam wadah.
  • Setelah darah keluar, buang tetes darah pertama dengan memakai kapas kering, tetes berikutnya boleh dipakai untuk pemeriksaan.
  • Pengambilan darah diusahakan tidak terlalu lama dan jangan diperas-peras untuk mencegah terbentuknya jendalan.

Pengambilan Darah Arteri

Pengambilan darah arteri umumnya menggunakan arteri radialis di daerah pergelangan tangan. Jika tidak memungkinkan dapat dipilih arteri brachialis di daerah lengan atau arteri femoralis di lipat paha. Pengambilan darah harus dilakukan dengan hati-hati dan oleh tenaga terlatih.
Sampel darah arteri umumnya digunakan untuk pemeriksaan analisa gas darah.

Prosedur
  • Siapkan peralatan sampling di tempat/ruangan dimana akan dilakukan sampling.
  • Pilih bagian arteri radialis.
  • Pasang tali pembendung (tourniquet) jika diperlukan.
  • Lakukan palpasi (perabaan) dengan jari tangan untuk memastikan letak arteri.
  • Desinfeksi kulit yang akan ditusuk dengan kapas alkohol 70%, biarkan kering. Kulit yang telah dibersihkan jangan dipegang lagi.
  • Tekan bagian arteri yang akan ditusuk dengan dua jari tangan lalu tusukkan jarum di samping bawah jari telunjuk dengan posisi jarum tegak atau agak miring. Jika tusukan berhasil darah terlihat memasuki spuit dan mendorong thorak ke atas.
  • Setelah tercapai volume darah yang dikehendaki, lepaskan/tarik jarum dan segera letakkan kapas pada tempat tusukan lalu tekan kapas kuat-kuat selama ±2 menit. Pasang plester pada bagian ini selama ±15 menit.
sumber : http://labkesehatan.blogspot.com/
Read More..

Selasa, 05 April 2011

Uya Kuya Merespon Kritik Ulama

JAKARTA (Pos Kota) – Sukses di ajang Panasonic Global Award 2011 kemarin, tak lantas bikin jumawa Uya Kuya. Peraih penghargaan sebagai tayangan dan presenter terfavorit tersebut, mengaku tetap harus merespon sejumlah kritik yang datang. Salah satunya dari Komunitas Ulama se-Jawa dan Madura.
Uya menegaskan tak ada yang sempurna dalam kehidupan ini. Termasuk dalam pembuatan dan penayangan program Uya Memang Kuya. Maka itu, begitu datang kritik kalau program tersebut kental dengan unsur magic dan qhibah, langsung diresponnya.
“Terima kasih adanya kritik tersebut. Sebisa mungkin kami akan memberikan perhatian khusus. Ya, harapannya, tentu saja bisa lebih baik dari sebelumnya. Apalagi, setelah menerima penghargaan dari Panasonic Global Award 2011 kemarin,” ungkap Uya, panjang lebar.
Untuk tidak melanggar rambu-rambu, Uya Kuya siap berdialog dengan pihak siapa saja. “Saya cuma ingin tayangan Uya Memang Kuya bisa jalan terus. Tentu saja dengan manfaat yang lebih positif. Jadi, bukan sekadar menghibur,” tegasnya.
Patokan kenapa tayangan Uya Memang Kuya jalan terus, kata dia, karena disukai masyarakat luas. “Kami memunculkan narasumber, tanpa pretensi negatif. Kami ingin menjadikan itu sebagai tontonan yang menghibur,” terang Uya.

sumber : www.poskota.co.id Read More..

Edan! Satu Kelas Hamil Bareng!


Edan! Satu Kelas Hamil Bareng!MASSACHUSETTS (Pos Kota) – Sungguh edan! Sebanyak 17 remaja putri yang belum genap 17 tahun kompak hamil bareng.Mereka masih terdaftar sebagai siswi di Gloucester High School (setara SMU) di negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat, menjalankan ide dari buah kesepakatan sekelas yaitu hamil secara bersamaan.
Tidak hanya pejabat dan guru-guru, para orangtua pun tak mengerti apa sebenarnya yang ada dalam benak dan keingingan dari ke-17 remaja putri ini.
Konon ide hamil bareng itu berawal dari menikmati liburan musim panas, ketika pulang dan mulai belajar kembali di sekolah diketahui 17 siswi hamil secara bersamaan.
Uniknya dan hebohnya mereka tak hanya satu sekolah, ketujuh belas gadis berusia kurang dari 16 tahun ini ternyata juga satu kelas!

Hingga saat ini pejabat setempat masih menyelidiki berapa umur ‘si ayah’ dan siapa saja ‘si ayah’ yang mengamili mereka. “Jika diketahui usia ‘para ayah’ ini lebih dari 20 tahun, maka mereka bisa dijatuhi hukuman penjara karena di dakwa berhubungan seks dengan anak di bawah umur,” kata seorang staf di sekolah itu.
Dari laporan yang terungkap ternyata niatan hamil secara bersama dari ke-17 siswi ini memang sedah mereka rencanakan. Bahkan diketahui nyaris siswi di kelas itu telah sepakat, namun yang benar-benar hamil hanya 17 remaja putri.
“Entah apa tujuannya, tapi dari hasil tes kehamilan yang dilakukan oleh pihak sekolah, kami menemukan fenomena menyedihkan ini. Bahkan beberapa diantara siswi lainnya ada yang mengungkapkan rasa kecewanya karena mereka gagal hamil,” ujar staf sekolah itu.
Bisa jadi ide gila ini dilatar belakangi peristiwa yang seringkali terjadi di Gloucester High School. Pasalnya, setiap usai liburan sekolah, pihak sekolah selalu mengadakan tes kehamilan bagi seluruh siswinya.
Hal ini dilakukan karena tercatat setiap tahun banyak siswinya yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena alasan hamil di luar nikah.Namun 17 siswi yang hamil bersama kali ini benar-benar mengejutkan sehingga menjadi perbincangan dan pemberitaan media massa.
Di Indonesia hamil sebelum nikah masih dinyatakan aib. Di sebagian besar AS juga begitu. Tapi buat kelas sableng ini, hamil sebelum nikah dianggap trendy dan keren.


sumber : www.poskota.co.id
Read More..

Arema Tahan Imbang Shandong 1-1

MALANG (Pos Kota) – Arema Indonesia meraih poin pertamanya di ajang Liga Champions Asia setelah menahan imbang Shandong Luneng 1-1 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Jawa Timur Selasa (5/4) sore. Arema yang sempat tertinggal 0-1, berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Muhammad Fakhrudin dari titik penalti saat injury time.
Sedangkan gol tim tamu dicetak pada menit ketujuh dari gol Manuel de Brito. Setelah tertinggal, Arema mencoba bangkit dengan tampil lebih agresif, dan menciptakan beberapa peluang emas untuk menyamakan kedudukan.
Dalam kondisi menekan, Arema nyaris kebobolan lagi karena blunder kiper Achmad Kurniawan. Pada menit ke-50 misalnya, Shandong nyaris mencetak gol setelah mendapat tendangan bebas di luar kotak penalti, tangkapan Kurniawan terlepas. Namun, kemelut tersebut bisa diatasi Arema.
Menit ke-54, Shandong kembali mengancam lewat tandukan Manuel de Brito. Bola dari sepak pojok bisa diraih Brito yang berdiri bebas tanpa kawalan. Namun, tandukannya melebar di atas mistar gawang Arema.
Sembilan menit menjelang bubuaran, Kurniawan kembali melakukan blunder karena salah mengantisipasi backpass defender Arema. Bola menggelinding lemah ke belakang kiper Kurniawan yang nyaris saja melewati garis gawang Arema. Beruntung bola bisa diantisipasi.
Di masa injury-time, Shandong melakukan kecerobohan dengan menjatuhkan striker Arema Yongki Aribowo di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih, dan Fakhrudin yang dipercaya sebagai algojo, sukses melaksanakan tugasnya, 1-1. Dengan hasil ini, tidak lagi mempengaruhi posisi Arema yang berada di klasemen Grup G karena sudah menelan kekalahan dua kali.

sumber : www.poskota.co.id Read More..

Gempa 7,1 SR, Ribuan Warga Mengungsi

Selamatkan Diri: Penduduk kawasan pesisir Cilacap, Jawa Tengah, menaiki truk gun
Cilacap, Padek—Gempa berpotensi tsunami berkekuatan 7,1 skala Richter (SR) mengguncang Cilacap, Jawa Tengah, kemarin (4/4), sekitar pukul 03.06 WIB. Ribuan warga Cilacap dan sekitarnya, panik dan langsung mengungsi ke daerah tinggi seperti Bandara Tunggul Wulung dan Jeruk Legi. Bahkan, seorang pengungsi meninggal diduga akibat serangan jantung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap menginformasikan dampak gempa yang dirasakan warga Cilacap ini tidak menimbulkan kerusakan infrastruktur. ”Belum ada laporan kerusakan infrastruktur. Satu orang pengungsi yang pingsan di perjalanan meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit.
Diduga dia meninggal dunia karena serangan jantung,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Cilacap, Wasi Aryadi kemarin.
Wakil Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji menjelaskan tidak ada tsunami di Cilacap. Berdasarkan pengamatannya, warga Cilacap sudah tahu tempat-tempat mengungsi ketika diumumkan gempa berpotensi tsunami. ”Kita bersyukur tsunami tidak terjadi. Lebih dari itu, kejadian kemarin menjadi bukti jika pengetahuan warga akan tsunami semakin meningkat. Mereka mengungsi mengikuti jalur evakuasi. Para pejabat pemkab tidak ikut mengungsi dan membantu mengatur menenangkan warga,” terang dia.

Dampak informasi tsunami juga membuat ribuan nelayan Cilacap tidak melaut. Mereka memilih menunggu untuk memastikan laut benar-benar aman. ”Kita takut saat berangkat tsunami datang. Apalagi di laut ikannya juga sedikit. Kami lebih baik menunggu dulu,” ujar Janto, 45, di Pandanarang kemarin.

Ribuan warga pesisir selatan juga menyingkir dari rumahnya beberapa menit setelah Cilacap diguncang gempa. Warga yang panik berlari menjauh ke arah utara menggunakan berbagai kendaraan seperti sepeda motor, truk dan kendaraan pribadi. Bahkan, tidak sedikit warga terpaksa menggunakan sepeda atau jalan kaki.

Warga Pangandaran Panik

Dampak gempa juga dirasakan warga Pantai Pangadaran, Jawa Barat. Bayangan tsunami tahun 2006 melanda Pantai Pangandaran dan merenggut ratusan nyawa masih membekas di warga pantai selatan Ciamis tersebut. Ribuan warga dan wisatawan panik dan pergi menuju tempat yang tinggi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, warga dan wisatawan langsung berhamburan ke luar rumah. Dalam hitungan detik setelah gempa, hampir semua ruas jalan dipenuhi warga dan wisatawan. Titik sentral kerumunan warga berada di kawasan Bunderan Pangandaran, tepatnya di depan Masjid Al Istoqomah yang berjarak 2 kilometer dari bibir pantai.

sumber : padangekspres
Read More..

Takut Gempa, Turis Asing Tinggalkan Pangandaran

BANDUNG (Pos Kota) – Belasan turis asing yang sedang berwisata di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Selasa, mendadak ‘kabur’ menyusul adanya gempa berkekuatan 7,1 SR, Senin kemarin. Mereka rencanya akan menikmati idahnya Pangandaran selama sepekan, ternyata memilih balik menuju Jakarta karena ketakutan adanya gempa susulan lebih besar lagi.
” Semua turis asing sudah pada pulang. Mereka membatalkan belibur di Pangandaran lebih lama karena adanya gempa Senin kemarin. Saat ini turus asing kosong,” kata sejumlah pengusaha hotel, di Pangandara, Selasa.
Dedi,45, pengusaha hotel di Pantai Timur Pangandaran, saat dihubungi melalui telepon, menyebutkan, pulangnya turis asing itu disebabkan adanya gempa berkekuatan 7,1 SR Senin subuh lalu. ” Turis yang menginap di hotel kami ada delapan orang. Mereka sudah pulang padahal baru menginap satu hari. Alasannya, takut ada gempa susulan,” kata Dedi.
Mudiknya turis dari Pangandaran bukan saja dialami Dedi, melainkan pengusaha hotel lainnya mengalami nasib sama. Beladan turis asal Eropa yang tiba di Pangandaran Minggu, Selasa ini langsung pulang setelah terjadi gempa. Alasan mereka, kata sederhana, khawatir terjadi gempa susulan yang kekuatannya lebih besar dan berpotensi tsunami seperti terjadi di Pangandaran beberapa tahun silam. ” Kami tak bisa melarang, mereka lebih memilih menyelamatkan diri dan mengantisipasi kemungkinan buruk. Rata-rata mereka pulang ke Jakarta,” katanya. (dono/B)

sumber : poskota Read More..

Selasa, 29 Maret 2011

Teh Minuman Kesehatan

Teh merupakan tanaman daerah tropis dan subtropis yang secara ilmiah dikenal dengan Camellia Sinensis. Dari kurang lebih 3000 jenis teh hasil perkawinan silang, didapatkan 3 macam teh hasil proses, yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Cara pengolahan teh yaitu dengan merajang daun teh dan dijemur di bawah sinar matahari sehingga mengalami perubahan kimiawi sebelum dikeringkan. Perlakuan tersebut akan menyebabkan warna daun menjadi coklat dan memberi cita rasa teh hitam yang khas.
Teh hijau, jenis teh tertua, amat disukai terutama oleh masyarakat Jepang dan Cina. Di sini daun teh mengalami sedikit proses pengolahan, hanya pemanasan dan pengeringan sehingga warna hijau daun dapat dipertahankan. Sedangkan teh oolong lebih merupakan jenis peralihan antara teh hitam dan teh hijau. Ketiga jenis teh masing-masing memiliki khasiat kesehatan karena mengandung ikatan biokimia yang disebut polyfenol, termasuk di dalamnya flavonoid. Flavonoid merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alamiah ada di dalam sayur-sayuran, buah-buahan, dan minuman seperti teh dan anggur.
Subklas polifenol meliputi flavonol, flavon, flavanon, antosianidin, katekin, dan biflavan. Turunan dari katekin seperti epi-cathecin (EC), epigallo-cathecin (EGC), epigallo-cathecin gallate (EGCg), dan quercetin umumnya ditemukan di dalam teh. EGCg dan quercetin merupakan anti oksidan kuat dengan kekuatan hingga 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E dan C yang juga merupakan antioksidan potensial. Antioksidan diketahui mampu menghindarkan sel dari kerusakan mengingat setiap kerusakan sel akan menyumbang lebih dari 50 penyakit.
Teh hijau mengandung EGCg, demikian juga teh hitam, demikian dikatakan seorang ahli biokimia. Dalam sebuah studi yang dilakukan peneliti Belanda menyebutkan, mengkonsumsi 4-5 cangkir teh hitam setiap hari akan menurunkan resiko stroke hingga 70% dibanding dengan mereka yang mengkonsumsi teh 2 cangkir sehari atau kurang. Laporan lainnya menyebutkan lebih banyak mengkonsumsi teh hitam berhubungan dengan rendahnya kasus serangan jantung. John Folts, Direktur Sekolah Medis, Pusat Penelitian dan Pencegahan Arteri Trombosis, Universitas Wisconsin, AS menemukan kunci khasiat dalam teh yaitu flavonoid. Hasil penelitiannya menunjukkan, flavonoid dalam teh hitam mampu menghambat penggumpalan sel-sel platelet darah sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah pada penyakit hantung koroner dan stroke. Studi lain menyebutkan bahwa peminum teh fanatik memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah yang rendah, meskipun masih belum jelas apakah semuanya itu langsung disebabkan karena teh.
Para peneliti di Universitas Case Western Reserve, Cleveland, AS menemukan pengaruh penggunaan teh hijau pada kulit hingga 90 %. Ternyata teh sangat efektif melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat mengakibatkan kanker kulit. Teh juga diketahui mengandung fluoride yang dapat menguatkan email gigi dan membantu mencegah kerusakan gigi. Dalam suatu studi laboratorium di Jepang, para ahli menemukan bahwa teh membantu mencegah pembentukan plak gigi dan membunuh bakteri mulut penyebab pembengkakan gusi.
Penelitian di Jepang menunjukkan, daerah penghasil teh yang pendudukanya terkenal sebagai peminum teh fanatik, sangat rendah angka kematiannya yang disebabkan oleh kanker. Hasil studi lainnya, dilakukan kerjasama antara tim peneliti Oguni dan pusat penelitian kanker di Beijing untuk mempelajari pengaruh ekstrak teh hijau pada tikus yang telah diberi ransum makanan karsinogenik (zat pemicu kanker). Dilaporkan, angka rata-rata kanker pada tikus yang memperoleh ekstrak teh hijau setengah dari tikus yang tidak memperoleh ekstrak teh hijau.
Para peneliti yakin bahwa polifenol yang dikenal sebagai cathecin yang terdapat pada teh hijau, membantu tubuh manusia melawan sel kanker. Studi lainnya dilakukan oleh Oguni dan Dr. Masami Yamada dari Hamamatsu Medical Center menemukan cathecin membunuh Helicobator pylori, bakteri pemicu kanker lambung. 

Read More..

Endolimax nana

The article about endolimax nana has removed by administrate page to other site:
Read More..

Penyakit Kelainan Kromosom (Syndrome Down


Sindrom down adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan.

            Sindrom down (bahasa Inggris: down syndrome) merupakan kelainan kromosom yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental anak ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down. Penderita dengan tanda khas sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar. Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar.

Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics). Kelainan kromosom ini juga bisa menyebabkan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistim organ yang lain.
Pada bayi baru lahir kelainan dapat berupa congenital heart disease. kelainan ini yang biasanya berakibat fatal karena bayi dapat meninggal dengan cepat. Pada sistim pencernaan dapat ditemui kelainan berupa sumbatan pada esofagus (esophageal atresia) atau duodenum (duodenal atresia).
Karena ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongolia maka sering juga dikenal dengan Mongoloid. Pada tahun 1970an para ahli dari Amerika dan Eropa merevisi nama dari kelainan yang terjadi pada anak tersebut dengan merujuk penemu pertama kali syndrome ini dengan istilah sindrom down dan hingga kini penyakit ini dikenal dengan istilah yang sama.

            Pencegahan pada penyakit ini dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi para ibu hamil terutama pada bulan-bulan awal kehamilan. Terlebih lagi ibu hamil yang pernah mempunyai anak dengan sindrom down atau mereka yang hamil di atas usia 40 tahun harus dengan hati-hati memantau perkembangan janinnya karena mereka memiliki risiko melahirkan anak dengan sindrom down lebih tinggi. Sindrom down tidak bisa dicegah, karena DS merupakan kelainan yang disebabkan oleh kelainan jumlah kromosom. Jumlah kromosm 21 yang harusnya cuma 2 menjadi 3. Penyebabnya masih tidak diketahui pasti, yang dapat disimpulkan sampai saat ini adalah makin tua usia ibu makin tinggi risiko untuk terjadinya DS. Diagnosis dalam kandungan bisa dilakukan, diagnosis pasti dengan analisis kromosom dengan cara pengambilan CVS (mengambil sedikit bagian janin pada plasenta) pada kehamilan 10-12 minggu atau amniosentesis (pengambilan air ketuban) pada kehamilan 14-16 minggu.
Sindrom down merupakan kelainan kromosom yakni terbentuknya kromosom 21 (trisomy 21), Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental anak ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr. John Longdon Down. Penyakit Sindrom down dapat dicegah dengan cara pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi para ibu hamil terutama pada bulan-bulan awal kehamilan erlebih lagi ibu hamil yang pernah mempunyai anak dengan sindrom down atau mereka yang hamil di atas usia 40 tahun harus dengan hati-hati memantau perkembangan janinnya karena mereka memiliki risiko melahirkan anak dengan sindrom down lebih tinggi.




Read More..

Chilomastix mesnili

1. Sejarah Penemuan
Pada januari 1920, kasus diare kronis yang banyak ditemukan di Amerika serikat diduga sebagai akibat dari infeksi dari organisnme Chilomastix mesnili. Pengamatan sejak saat itu dilakukan dari waktu ke waktu atas flage
llata ini, baik dalam tinja pasien maupun kulturnya serta data yang berasal dari studi persiapan permanen, telah mengungkapkan informasi lebih lanjut tentang sifat biologi dari organisme ini. Chilomastix mesnili ini termasuk family tetramitidae, ordo Polymastigina, dan kelas Mastigophora. Dua orang ahli yang bernama Chalmers dan Pekkola menyatakan bahwa mereka selalu menemukan Chilomastix mesnili berasosiasi dengan protozoa lain dan tidak sendiri.


2. Hospes, Penyakit, habitat
Hospes Chilomastix mesnili ini umumnya manusia, tetapi dapat juga ditemukan pada mamalia lainnya seperti simpanse, orang utan, kera, babi; serta hewan lainnya seperti burung, reptil, amfibi, ikan, lintah, dan insekta. Chilomastix mesnili adalah parasit bersel satu yang termasuk kategori umum dari parasit apatogen yang menyerang usus manusia.
3. Distribusi Geografik
Parasit ini penyebarannya kosmopolit, sehingga distribusinya dapat meluas di dunia, meskipun lebih banyakditemukan pada lingkungan yang beriklim panas.

4. Morfologi
Chilomastix mesnili mempunyai stadium trofozoit dan stadium kista. Parasit ini biasanya selalu ada bersama-sama dengan protozoa usus lainnya terutama Giardia lamblia sehingga parasit ini perlu diketahui untuk membedakan parasit yang patogen.
Trofozoit berbentuk piriform seperti buah pir dengan ujung posterior yang lancip. Trofozoit ukurannya bervariasi sekitar 6-24 µm x 3-10 µm. Mempunyai 4 flagel, 1 flagel lebih panjang dari yang lain yang muncul dari ujung anterior. 3 flagel berasal dari permukaan bagian sentral tubuhnya dan flagel ini biasanya jelas terlihat pada trofozoit yang hidup; digunakan untuk bergerak secara perlahan membentuk gerakan rotasi. Sitostom terdapat dekat ujung anterior membentuk cekunganyang dikelilingi oleh silia. Mempunyai inti besar yang terletak di anterior.

Kista terbentuk bila keadaan tinja padat. Kista berbentuk oval berdinding tebal berukuran sekitar 6,5 – 10,0 µm yang berbentuk seperti lemon. Di lahan kista tampak sebuah inti dengan organel lainnya termasuk fibril sitosom, aksonema.Infeksi terjadi bila menelan kista, trofozoit tidak dapat hidup dalam keadaan asam di lambung.
5. Siklus Hidup


Awal Siklus Hidup
Chilomastix yang paling sering ditemukan di lingkungan dalam bentuk kista, yang terbentuk di dalam usus. Dalam bentuk kista, Chilomastix mesnili mendapat keuntungan yaitu perlindungan dari lingkungan dan itu sebagai jalan untuk menemukan tempat hospes lain. Trofozoit Individu (chilomastix dewasa), serta kista, dapat ditemukan dalam tinja. Kista yang tertelan melalui makanan atau air yang terkontaminasi atau fecal orally.
Tahap kista tahan terhadap tekanan lingkungan dan bertanggung jawab untuk transmisi Chilomastix. Baik kista dan trofozoit dapat ditemukan dalam tinja (tahapan diagnostik). Infeksi terjadi dengan menelan kista di air yang terkontaminasi, makanan, atau melalui rute fecal-oral (tangan atau formites). Chilomastix tinggal di sekum dan / atau usus besar, melainkan umumnya dianggap sebagai komensal yang kontribusi terhadap patogenesis tidak menentu. Hewan dapat berfungsi sebagai reservoir untuk Chilomastix.

Akhir Siklus Hidup
Trofozoit dilepaskan ke lingkungan eksternal dari luar usus besar dan kadang-kadang lebih kecil dari host yang terinfeksi. Chilomastix, organisme komensal, diyakini tidak menyakiti dan tidak pula bermanfaat bagi lingkungan host di mana ia berada dan makanan keuntungan. Ini protozoa persisten yang ditemukan di seluruh dunia.

6. Patologi dan Gejala Klinis
Parasit ini biasanya bersifat apatogen, tetapi dapat menyebabkan kelainan intestinal seperti diare pada kasus infeksi berat. Stadium trofozoit dapat ditemukan pada tinja cair atau lembek. Chilomastix mesnili hidupnya di sekum dan kolon manusia. Transmisi secara langsung terjadi melalui air minum yang terkontaminasi.

7. Diagnosis
Pemeriksaan mikroskopis tinja adalah metode yang paling umum untuk mendeteksi kista dan trofozoit dari Chilomastix mesnili . Chilomastix mesnili dianggap apatogen. Adanya kista dan /atau trofozoit dalam specimen tinja dapat menjadi indikator kontaminasi kotoran dari sumber makanan atau air. Chilomastix mesnili diidentifikasi melalui deteksi kista dan / atau trofozoit dalam spesimen tinja, baik terkonsentrasi basah maupun noda-noda permanwen (misalnya trichrome)
8. Pengobatan
Sebagai spesies yang digolongkan sebagai apatogen, tidak ada metode pengobatan yang direkomendasikan secara khusus untuk organisme ini.

9. Epidemiologi
Data penyebaran menunjukkan bahwa ditemukan sekitar 11% pada orang Mesir di US troops. Flagellata ini juga ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa. Di Indonesia prevalensinya mencapai 0,8 % . Di Amerika Serikat kasus infeksi oleh Chilomastix mesnili tidak bisa dibilang langka, sebagaimana dilaporkan oleh Kofoid, Kornhauster, dan plate, mereka menemukan bahwa sekitar 5,8 % dari 1.200 pasien yang diperiksa di New York, dan 5,3 % pasien yang diperiksa di Berkeley, California ditemukan terinfeksi juga oleh parasit ini.


10. Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan perlindungan terhadap infeksi,umumnya dengan melakukan langkah-langkah menjaga kebersihan untuk mencegah infeksi dari mikroorganisme usus, seperti kebersihan toilet yang baik, kebersihan dapur umum dan mencuci tangan sebelum makan adalah tindakan efektif dalam memecahkan penularan manusia ke manusia parasit. Selain itu untuk lebih mengetahui lebih banyak mengenai parasit usus dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis untuk menangani hal tersebut.

Contoh makalah bisa anda download di sini :

Read More..